Ada cerita yang mau aku share di sini.
Ini berawal dari teman ku di divisi yang berbeda menanyakan experience aku di bahasa pemrograman apa. Dia mau menawarkan satu projek, tapi menggunakan free tool (PHP & my SQL), tapi jangan menggunakan java (walaupun java free, tp harga skill java trmasuk mahal dbanding php). Karena klien nya tmn ku itu hanya punya budget sedikit.
Aku mengiyakan, karena kupikir apa salahnya ambil freelance. Aku sama sekali tidak berpikir bayaran nya, karena aku anggap ini sbg langkah awal. Lagian pas kubaca attachment yg dikirim, itu hanya aplikasi standar. Aku sempat ngajak bbrp tmn wktu kuliah dlu.
Tapi sebenarnya aku penasaran brp harga sebenarnya dari aplikasi itu. Akhirny aku menghubungi tmnku yang puny perusahaan yg bergerak di bid.pembuatn web (untung aku dkenalin dosen ku ke dia). Dia ngasi kisaran harga web nya… aku kaget aja… kok bisa semahal itu… akhirnya aku ngasi attach ke dia, supaya dia bisa memberikan kisaran harga yang lebih tepat.
Setelah dipelajari ma dia, Kata dia, “kamu pasti baru baca awalnya. Baca terus neng mpe bawah. Kata siapa ni aplikasi cm standar2 aja”.
Akhirnya aku baca terus…
Ya ampun, ini bukan aplikasi pemesanan order biasa. Tapi aplikasi yg complicated. Banyak modulnya (pelanggan, Pelayanan, manager, mpe laporan n retur ny juga ada, dan lain sbg ny).
Tmnku dgn baik hati menjelaskan semuanya. Katanya, di perusahaan dia, harga web ini berkisar 10-15 jt, tergantung bagaimana presentasenya. Kalau presentase ke klien ny bagus bisa lebih dari itu, tapi kalau presentase nya jelek banget, mentok2 harga aplikasi ini 10jt. Dengan waktu pembuatan 1bulan.
Aku kaget banget, kenapa bisa sejauh itu range harga yang ditawarkan klien itu (tmn ny tmnku), walaupun dengan alasan kekurangan budget. Ini namanya minta tolong.
Waktu aku bilang harga yang ditawarkan klien (2jt-an), temanku ketawa. Katanya beli aja cd aplikasi yang mirip seperti itu di gramedia, harganya 30rb, lebih murah.
Kata dia, kalau kamu hanya dapat lelah, mending jangan diambil. mending aku kasih projek dari perusahaan ku aja. lebih worthed.

Ya ampun, aku jadi berpikir, wajar saja dia menawarkan projek itu ke aku, bukan tmn2 di divisi ku yang notabene pengalaman lebih banyak. Kenapa harus aku? akhirnya pertanyaan itu terjawab sudah.
Satu lagi, temanku yang menawarkan projek ini sudah berpengalaman tahunan dan selalu ikut dalam tender. Dan yang aku tahu, dia sangat bisa presentase, so pasti dia tau kisaran harga sebenarnya.
Apa ini su’udzon ku saja. Tapi yang pasti projek ini sudah kutolak.